Kursus ‘Islam and Civil Society’
KEKERASAN DALAM GERAKAN-GERAKAN ISLAM:
SEJARAH, DOKTRIN, DAN (PENGHANCURAN) PERADABAN
Mulai 23 Desember 2006 s/d 10 Maret 2007 (12 Pertemuan)
Waktu : Setiap Sabtu, Pukul 10.00-12.00
Tempat : Aula Mushalla Rahardja Paramadina
Pondok Indah Plaza I kav. UA 20-21
Jl. Metro Pondok Indah Jakarta Selatan.Tlp. (021) 7501969
Narasumber : Ihsan Ali Fauzi dan Samsu Rizal Panggabean
Pembuka KATA
Kursus ini ingin memperkenalkan sejarah, doktrin dan konteks global munculnya aksi-aksi kekerasan oleh beragam gerakan Islam. Penekanan pertama-tama akan diberikan kepada doktrin dan gerakan Wahhabisme, yang dikenal puritan dan ekstremis, yang pertamakali tumbuh di Semenanjung Arabia pada pertengahan abad kedelapanbelas, dan ekspansinya ke seluruh dunia Islam pada abad keduapuluh. Kemudian akan disajikan paparan dan analisis mengenai hubungan antara ekspansi Wahhabisme dan keterkaitannya dengan gerakan-gerakan Islamis. Selanjutnya, bagian ketiga kursus ini akan menyajikan konteks global tumbuhnya gerakan-gerakan Islam yang menghalalkan penggunaan cara-cara kekerasan: bagaimana hubungannya dengan Perang Dingin, keterkaitannya dengan aliansi antara pemerintahan Amerika Serikat dan Arab Saudi; upayanya untuk merumuskan kembali doktrin jihad; dan kaitannya dengan pertumbuhan gerakan terorisme global. Akhirnya, kursus ini akan ditutup dengan melihat jejak-langkah Wahhabisme di Indonesia dan refleksi mengenai alternatif-alternatifnya.
Berbagai bentuk kekerasan apa pun –yang terjadi di Indonesia dan dunia pada umumnya–adalah sesuatu yang tidak sehat bagi penguatan civil society. Sementara aransemen civil society berangkat dari pengakuan akan terdapatnya beragam kepentingan dalam masyarakat, pertumbuhan civil society yang kuat dan sehat mempersyaratkan disalurkannya kepentingan-kepentingan itu dengan cara-cara damai. Maka fenomena gerakan Islam yang menghalalkan penggunaan cara-cara kekerasan adalah tantangan berat bagi pertumbuhan civil society di mana pun. Hal ini perlu dimengerti secara baik, agar respons terhadapnya juga memadai, dan dunia yang beradab bisa dicoba-tegakkan.
Tujuan
Secara garis besar, tujuan kursus ini adalah untuk memperluas wawasan peserta mengenai akar-akar doktrinal dan empirik menguatnya kampanye penggunaan kekerasan oleh gerakan-gerakan Islam kontemporer, yang mengancam perkembangan civil society yang sehat dan kuat terutama di negeri-negeri Muslim.
Materi Kursus
Sesi 1: Pengantar Umum dan Sejarah Ringkas Tumbuhnya Wahhabisme
Sesi 2: Doktrin Wahhabisme dan Implikasi Sosial-Politiknya
Sesi 3: Ekspansi Wahhabisme, Pengaruh, dan Dampaknya di Dunia Islam
Sesi 4: Wahhabisme, Salafisme, dan Islamisme: Ketika Kekerasan Mulai Dibolehkan
Sesi 5: Aliansi yang Tak-Suci: Perang Dingin dan Kerjasama AS, Arab Saudi, Wahhabisme
Sesi 6: Pukulan Balik I: Menjelaskan Osama bin Laden
Sesi 8: Pukulan Balik II: Naik dan Jatuhnya Rezim Taliban
Sesi 9: Menafsirkan kembali Doktrin Jihad, Kekerasan, Terorisme
Sesi 10: Wahhabisme dan Islam di Indonesia
Sesi 11: Konteks lokal dan Global Radikalisme Islam di Indonesia
Sesi 12: Penutup: Seminar Wahhabisme dan alternatif-alternatifnya
Tenaga Pengajar
Kursus ini akan disampaikan oleh Ihsan Ali-Fauzi, mahasiswa pascasarjana ilmu politik Ohio State University dan staf peneliti Yayasan Paramadina dan Samsu Rizal Panggabean, Direktur Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada.
ALLAH said,
September 22, 2007 at 1:22 pm
for samsu rizal i will kill you with my hand coz you make me angry
i know your home n i will kill you so please calm down n fuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuck youuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
jiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiL
suuuuuuuuuuuuuuck youuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu