Beda Hadits dan Sunnah
Orang sering menyamakan antara hadits dan sunnah,padahal 2 hal
ini berbeda.Nabi bersabda :”Aku tinggalkan diantara kalian 2
perkara yang kamu tidak sesat selama berpegang pada keduanya:
Kitab suci dan sunnah Rasul-Nya”.
Jadi yang disebut di atas bukan hadits tapi sunnah,lalu apa bedanya?
1. Sunnah
Pengertian sunnah lebih luas dari hadits termasuk hadits yang
shahih sekalipun.Sunnah adalah segala tindakan dan contoh yang
dilakukan Nabi dalam menerjemahkan ayat AQ dalam menghadapi
kasus-kasus ketika di masa hidup beliau dan ini jauh lebih
akurat dipelajari dari kitab tentang sejarah biografi Nabi
Muhammad seperti yang telah ditulis oleh Ibnu Ishaq (wafat 151
H) yang kemudian disunting oleh Ibnu Hisyam (wafat 219 H).
Tapi tentu saja kita tidak bisa mencontoh tindakan Nabi ini
bulat-bulat tanpa memahami konteks kejadiannya waktu itu,untuk
itulah memahami teladan Nabi juga harus paham sejarah,budaya
arab masa itu,bahasa arab,dan proses penerjemahan bahasa arab ke indonesia.
Akan banyak keanehan kalo kita meniru bulat-bulat sunnah Nabi
tanpa memahami prinsip besarnya,kalo memang harus niru bulat-bulat kenapa tidak
sekalian aja kita naik onta saja daripada mobil,kan mobil buatan orang non
muslim kan.
2. Hadits
Pengertian hadits kebanyakan ditujukan pada kitab hadits yang
ditulis oleh Al Bukhari dan Muslim yang kadang juga merujuk ke
kitab-kitab koleksi Ibnu Majah,Abu Dawud,Al Turmudzi dan Al
Nasa’i,dll.Pembukuan hadits baru dimulai di awal abad ke-2
Hijriah hingga pertengahan abad ke-3 Hijriah.
AL Bukhari membukukan hadits dengan metode yang dibuat oleh
Imam Syafii.Jarak penulisan yang panjang dari masa hidup Nabi
inilah yang membuat banyak kontroversi dalam isi hadits,tapi bukan berarti kita
lantas tidak mempercayai 100% sebuah
hadits,tapi alangkah lebih baiknya kita merujuk ke AQ dulu jika
ada hadits yang kontroversial,apakah sesuai dengan semangat
dasar AQ.Bahkan sampai sekarang pun kita tetap perlu meneliti hadits-hadits Nabi
tersebut dengan metode yang bisa jadi lebih canggih daripada Al Bukhari dan
ulama lain dengan sumber-sumber yang lebih lengkap karena perkembangan teknologi
dan ilmu pengetahuan.
(Disarikan dan ditulis kembali dengan harapan agar lebih mudah dipahami dari artikel Cak Nur berjudul : “Pergeseran Pengertian Sunnah ke Hadits: Implikasinya dalam Pengembangan Syari’ah”)
Brain said,
August 25, 2011 at 5:33 am
Semoga kita dimudahkan dan diberi petunjuk dalam mencari kebenaran hukum islam.