Sejarah Pluralitas Islam 1

Secara doktrinal atau ajaran Islam sudah sempurna pada saat turunnya ayat terakhir AQ (Al Quran).Tapi ini kan masih perlu dielaborasi agar “user friendly” sesuai perkembangan jaman.Ibarat perkembangan transistor menjadi laptop dengan berbagai merk sekarang,secara prinsip komponen laptop2 itu tetap menggunakan prinsip transistor.
Berikut kami sampaikan sejarah tampilnya tokoh2 yang telah berjasa besar bagi perkembangan agama islam :

1. Nabi Muhammad saw (wafat 10 H/632 M)
Pada masa ini umat islam benar-benar tunggal,ataupun kalau ada variasi di kalangan mereka itu tidak signifikan dan tidak muncul ke permukaan karena wibawa dan kepemimpinan Rasulullah sendiri.Rasul juga berperan sebagai pemilik syariat (syahib al syariah) yang berwenang penuh dan menjadi referensi hidup serta teladan nyata sehingga berperan amat besar dalam penanggulangan setiap perselisihan

2. Abu Bakr Al-Shiddiq ra (wafat 12 H/634 M)
Masa khalifah ini benar2 merupakan ujian di kalangan islam,terjadi pemberontakan oleh orang-orang Yamamah (di daerah Riyadh sekarang) yang dipimpin Musaylamah Al Kadzab (Musaylamah Si Pembohong).Pemberontakan teratasi tapi mengakibatkan gugurnya banyak penghafal Al Quran.Umar bin Khaththab mengusulkan kepada Abu Bakr untuk segera membukukan AQ agar kaum beriman tidak terpecah belah karena perselisihan kitab

3. Umar ibn Kaththab ra (wafat/terbunuh 22 H/644 M)
Masa pembebasan (fat’h) dalam ekspansi militer dan politik ke daerah-daerah luar jazirah arabia.Islam berhasil menguasai “heart land” dunia yang terbentang dari Sungai Nil ke Oxus (Amudarya).Praktek pemerintahan Umar dianggap contoh ideal pelaksanaan Islam sesudah masa Nabi dan kelak menjadi bahan rujukan utama dalam usaha pencarian preseden hukum islam.Pada penaklukan ini tidak pernah disertai dengan islamisasi atau tidak ada pemaksaan untuk masuk agama islam,kaum beriman/islam membiarkan para penduduk yang dikuasainya untuk tetap memeluk agama sebelumnya,kaum beriman menduduki sebuah daerah dalam suatu area tertentu seperti sebuah kodam kalo dalam pengertian sekarang.

4. Utsman ibn Affan ra (wafat/terbunuh 35 H/656 M)
khalifah ketiga ini berjasa besar dalam meneruskan dan merealisasikan usaha penyatuan penulisan AQ.Ia membuat standar AQ yang terkenal dengan Mushaf Utsmani sebagai kitab induk AQ untuk kota-kota penting yakni: Makkah,Madinah,Mesir,Damaskus,Kufah.Dan memerintahkan kaum muslim untuk memusnahkan berbagai mushaf/penulisan/hafalan pribadi mereka sendiri kemudian menyalinnya menurut kitab suci induk.
Terjadi sedikit pemberontakan tapi dapat diatasi dengan mudah,namun di masa-masa akhir pemerintahannya banyak ketidakpuasan karena kebijakan utsman yang dinilai sarat nepotisme,sehingga sang khalifah pun akhirnya terbunuh dan peristiwa ini terkenal dengan FITNAH PERTAMA dan merupakan fitnah kubra (ujian atau malapetaka besar)

5. Ali ibn Abi Thalib ra (wafat/terbunuh 40 H/661 M)
Kekhalifahannya bercirikan berbagai pemberontakan politik,mulai dari A’isyah bint Abu Bakr (janda Nabi) yang membantu Zubayr ibn Al Awwam,Muawiyah ibn Abi Sufyan di Damaskus (gubernur syiria),hingga pemberontakan Kaum Khawarij,bekas para pengikut ALi sendiri.Tetapi pemerintahan Ali merupakan contoh komitmen yang kuat terhadap keadilan sosial dan kerakyatan (populisme),disamping kesungguhan di bidang ilmu pengetahuan (‘Ali meninggalkan kitab Nahj Al Balaghah,berisi berbagai ungkapan-ungkapan bijaksananya)

6. Mu’awiyah ibn Abi Sufyan ra (wafat 60 H/680 M)
Setahun setelah ‘Ali terbunuh,Hasan,puteranya melepaskan klaimnya atas kekhalifannya,dan Mu’awiyah,saingannya berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan.Ini bukti kerendahan hati Hasan yang luar biasa,karena pendukung beliau untuk jadi khalifah juga tidak sedikit,tapi karena beliau lebih mementingkan kesatuan umat maka beliau melepaskan klaim kekahlifannya.
Mu’awiyah segera mendapat dukungan dari hampir seluruh kaum Muslim dan tahun 41 H itu disebut sebagai “tahun persatuan”.
Pusat pemerintahan dipindah dari Madinah ke Damaskus.
Ekspedisi pembebasan berupa ekspansi dijalankan lagi oleh kaum muslim,dan berhasil merentangkan daerah kekuasaan politiknya sejak dari Lautan Atlantik di barat sampai lembah Indus di Timur.Ide Jama’ah mengental dan ini merupakan masa awal munculnya ideoogi KAUM SUNNI

7. Abd al-Malik ibn Marwan (wafat 86 H/705 M)
Pengganti khalifah Mu’awiyah adalah anaknya bernama Yazid di Damaskus.
Umat Islam tidak lagi dalam satu jamaah karena pecah perang antara pendukung Yazid dan Husayn ibn ‘Ali,anak dari ‘Ali.Efek dari pertikaian ini adalah peristiwa tragis di Karbala yang sampai sekarang diperingati oleh KAUM SYIAH (Partai ‘Ali) yakni terbunuhnya secara kejam cucu Nabi ini di tahun 60 H/680 M.
Akibat peristiwa ini partai pendukung ‘Ali mengkristal,kemudian secara khusus disebut KAUM SYIAH (Partai ‘Ali).
Lebih gawat lagi ‘Abdullah ibn al-Zubayr (ibn al-awwam,yang dahulu bersama ‘Aisyah melawan ‘Ali) memberontak kepada Yazid dari Makkah.Tetapi belum sempat dipadamkan pemberontakannya,Yazid meninggal tahun 63 H/683 M.Ia digantikan oleh “Abd Malik (anak Marwan yag dulu penasehat ‘Utsman ibn ‘Affan).
Dengan bantuan Al-Hajjaj ibn Yusuf,pemberontakan makkah akhirnya dapat diakhiri,dengan kerugian luar biasa.Inilah ujian atau FITNAH KEDUA dalam Islam.Namun,bersamaan dengan itu,dan juga dengan bantuan al-Hajjaj,Abd al-Malik meneruskan pembakuan ejaan AQ dengan membuat tanda-tanda baca tertentu,sehingga pembacaannya menjadi lebih pasti.Variasi bacaan masih ditenggang,tapi tidak mengganggu makna kitab suci sama sekali.
Abd al-Malik juga mengadakan gerakan arabisasi untuk menggantikan penggunaan bahasa-bahasa non-arab dalam administrasi (terutama bahasa Yunani di bekas daerah Byzantium) dengan bahasa arab dan menukar mata uang Yunani yang selama ini berlaku dengan mata uang islam (koin dirham dan dinar yang bergambar kepala raja Konstantin diganti dengan kalimat syahadat).
Abd al-Malik juga mendirikan Qubhat al-Shakhrah/Dome of The Rock/Kubah Pelindung Batu Suci di atas bekas Solomon Temple/Haykal Sulaiman (AQ menyebutnya dengan istilah al-Masjid-Al-Aqsha) di Yerussalem dengan desain untuk tawaf,semula mo dijadikan saingan kabah di makkah yang sedang dikuasai pemberontak ibn al-Zubayr waktu itu.
Al Walid (wafat 96 H/715 M) pengganti Abd al-Malik,mendirikan bangunan di sebelahnya untuk salat dikenal sebagai Masjidil Aqsa (yang baru).

8. Umar bin Abdul Azis (wafat 101 H/720 M)
Dikenal sebagai Umar II,masa pemerintahannya hanya 3 tahun tapi menjadi salah satu tonggak sejarah Islam yang amat penting,karena merupakan usaha sungguh-sungguh pertama untuk mengembangkan ‘inklusifisme” intra umat.Umar II yang masih termasuk dinasti Muawiyah ii berusaha mengakomodasikan Kaum Syiah,antara lain dengan merehabilitasi nama Ali ibn Abi Thalib.Hasilnya ialah tarbi’ artinya “mengempatkan” yakni menyatakan bahwa khalifah yang sah terdahulu,yang disebut al-Khulafa al-Rasyidun,ada empat yakni : Abu Bakr,Umar,Utsman,Ali.
Sebelum peristiwa ini,terdapat 3 versi diantara umat islam ttg al-Khulafa al-Rasyidun yakni :
a. Kaum Nawashib dari kalangan Umawi : Abu Bakr,Umar,Utsman sebagian memasukkan Muawiyah
b. Kaum Khawarij : Abu Bakr dan Umar sedangkan Utsman,Ali dan Muawiyah adalah kafir
c. Kaum Syiah hanya mengakui Ali seorang,sedangkan yang lain hanya perampas hak sah Ali yang mereka anggap telah diwasiatkan Rasul.Maka sejak tarbi itu maka penyebutan empat khalifah pertama tumbuh menjadi kebiasaan bagian terbesar umat dan menjadi salah satu lambang paham kaum Sunni

9. Al Hasan Al Basri (wafat 110 H/728 M)
Salah seorang sarjana/ulama yang mula-mula dalam islam,tokoh kekuatan moral yang amat disegani.Melanjutkan sikap teguh Abdullah ibn Umar,Muhammad ibn Maslamah,Sici Sa’ad ibn Abi Waqqash,Usamah ibn Zayd,Abu Bakrah,Imrah ibn Hashin,dll,yang memilih netral dalam politik (tidak mau terlibat dalam fitnah-fitnah),mencurahkan tenaga dalam usaha mendalami ajaran agama,dan melancarkan oposisi moral terhadap setiap kezaliman penguasa.Al Basri menjadi model klasik keulamaan dan menjadi tokoh acuan berbagai pemahaman dan pemikiran Islam yang berkembang sesudahnya.

10. Ibn Syihab al-Zuhri (wafat 124 H/742 M)
Sarjana hadits dengan hubungan erat dengan Umar II yang diminta olehnya untuk meneliti serta mencatat hadits (yang saat itu terutama berbentuk tradisi penduduk Madinah sebagai bahan rujukan penetapan hukum

bersambung …

7 Comments

  1. wongfeihung said,

    October 11, 2007 at 4:57 pm

    cukup obyektip, tidak bikin bingung, cukup menyejukan,

  2. February 13, 2008 at 1:48 pm

    1. Pluralitas agama pasti terjadi untuk memenuhi Al Baqarah (2) ayat 148.
    2. Liberalitas agama pasti terjadi memenuhi Al Kahfi (18) ayat 29.
    3. Sekulerisasi agama pasti terjadi memenuhi Yunus (10) ayat 100.
    4. Moderatisasi agama pasti terjadi memenuhi An Nisaa (4) ayat 1, Al
    Hujurat (49) ayat 13.
    Sebagai penjelasan totalnya kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selam 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertuluis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  3. andrypen said,

    May 30, 2008 at 7:04 pm

    mas boleh ajarin gak buat wordpressnya

  4. aprillins said,

    July 11, 2008 at 1:23 am

    apa pun agamanya negara kita tetap pancasila huahaha – http://blog.aprillins.com

  5. January 12, 2009 at 4:20 pm

    Buku “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE

    Tersedia ditoko-toko buku distributor tunggal
    P.T. BUKU KITA
    telp. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

    Salamun ‘alaikum daiman fi yaumiddin, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  6. January 24, 2013 at 4:14 am

    Buku Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika
    tersedia di
    Perumaha nPuri BSI Permai Blok A3
    Jl. Sam,udera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 166435
    Telp./Fax. 02177884755
    HP. 085881409050

  7. July 16, 2016 at 12:13 pm

    SALAMUN QAULAM MIR ROBBIR RAHIM, YAASIIN (36) AYAT 13,14,20,58.

    SOEGANA GANDAKOESOEMA WNI ADALAH SEORANG RASUL KE-3 ERA GLOBALISASI, MEMENUHI KETENTUAN DALAM YAASIIN TERSEBUT DIATAS, AN NAML (27) AYAT 76 DAN AL ISRO (17) AYAT 4,5,6.
    PENYEBABNYA AKIBATNYA ADALAH TELAH MEMENUHI PERJANJIAN PARA NABI SESUAI ATURAN ALI IMRAN (3) AYAT 19,82,82,83,85 AL MAIDAH (5) AYAT 3,12,44,46,48,66,67,68.
    TUGASNYA BERSAMA NKRI-2007 ADALAH MENGHAKIMI, MENGADILI, MEMUTUSKAN, MENJELASKAN PERSELISISIHAN ANTAR AGAMA 4 BESAR MEMENUHI AL BAQARAH (2) AYAT 113 ALI IMRAN (3) AYAT 55 YUNUS (10) AYAT 93 AN NAHL (16) AYAT 92,124 AL HAJJ (22) AYAT 69 AS SAJDAH (32) AYAT 25 DAN AL JAATSYIAH (45) AYAT 16,17,18 MENGAJARKAN SYARIAT KIAMAT DALAM AGAMA ALLAH AN NASHR (110) AYAT 1,2,3 DAN MENJELASKAN PERPECAHAN DALAM AGAMA AL MUMINUUN (23) AYAT 53,54
    DIDUKUNG OLEH BIBLE MATIUS 19:28 LUKAS 22:30..

    ALHAMDULILLAH ! HALELUYAH !

    ADDRESS:
    PERUMAHAN PURI BSI PERMAI BLOK A NO.3
    JL. SAMUDERA JAYA
    KELURAHAN RANGKAPAN JAYA
    KECAMATAN PANCIRAN MAS
    DEPOK 16435

    TEL./FAX. 02177884755
    HP. 085881409050.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: