Des Alwi: Generasi Muda Tak Belajar Sejarah

http://www.kompas.co.id/ver1/Hiburan/0608/13/133334.htm
=========================

JAKARTA, MINGGU–Generasi muda Indonesia di mata pejuang kemerdekaan
1945, Des Alwi(78), saat ini sudah melupakan dan tidak mau belajar
dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Generasi muda sekarang tak mau belajar dari sejarah,” kata pemegang
penghargaan Bintang Maha Putera Pratama 2000 itu, di Jakarta, akhir
pekan ini.

Menurut Des, peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini,
seperti demonstrasi yang berakhir bentrok, konflik antar etnis dan
agama, serta pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang berujung kisruh
merupakan contoh generasi muda tidak mau belajar dari sejarah bangsa
Indonesia.

“Sebenarnya siapa sih yang mereka lawan, itu saudara sendiri, bangsa
Indonesia sendiri, bukannya musuh,” tegas Des.

Des Alwi, yang lahir pada 17 Nopember 1927, mengatakan, dalam merebut
dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, para pejuang melawan musuh,
yakni Belanda, Jepang dan pasukan sekutu, bukan bangsa sendiri.

Para pejuang kemerdekaan mengorbankan harta dan nyawanya dalam
berjuang sesuai dengan semboyan “Merdeka atau Mati”, kata pria
kelahiran Banda Naira, Kepulauan Maluku.

Tetapi yang terjadi saat ini, katanya, generasi muda sudah tidak
dapat membedakan mana lawan mana kawan.

Dia mencontohkan kekisruhan pelaksanaan Pilkada di beberapa daerah.
Para politisi yang kalah kemudian menyerang lawan politiknya dengan
membakar fasilitas pemerintahan.

“Mereka (generasi muda-red) sudah melukai arti dari perjuangan dan
hati para pejuang kemerdekaan,” kata Ketua Umum Yayasan 10 Nopember
1945 itu.

Untuk itu, kata Des, agar hal itu tidak terjadi lagi, kewajiban
pemerintah memberikan penanaman sejarah pada generasi muda sedini
mungkin.

“Tentunya sejarah yang sebenar-benarnya, bukan sejarah yang
dipelintir,” katanya.

Bentuk penanaman sejarahnya, lanjut Des, salah satunya bisa dengan
mempertunjukkan film-film dokumenter tentang perjuangan Indonesia
merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Kita punya film-film dokumenter kemerdekaan dari tahun 1930 hingga
merdeka. Itu yang harus diperlihatkan kepada para generasi muda.
Setidaknya rasa nasionalisme bangsa kembali terpompa ke jantung pada
generasi muda,” katanya.

Sumber: Antara
Penulis: jodhi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: