Kearifan Peradaban Masa Silam

Oleh Osrifoel Oesman
Arsitek dan Arkeolog, Peneliti Bangunan Masa Majapahit
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0609/22/humaniora/2971131.htm
==============================

Selama ini para ahli yang menekuni arsitektur bangunan kuno di
Indonesia cenderung memusatkan perhatiannya pada bangunan suci yang
kita kenal sebagai candi. Akan tetapi, itu tidak diimbangi oleh
penelitian terhadap bangunan bukan candi atau bangunan profan,
seperti bangunan hunian atau rumah tinggal.

Sebab utamanya karena bangunan suci pada umumnya terbuat dari bahan
yang tahan lama, seperti batu andesit, sehingga masih dapat dilihat
wujudnya dengan jelas hingga kini. Adapun bangunan rumah tinggal
umumnya terbuat dari bahan yang mudah hancur.

Di Jawa misalnya, sejumlah besar tinggalan candi Masa Klasik atau
masa Hindu-Budha dari abad V-XVI masih tersebar di berbagai tempat.
Sebaliknya, tak ada satu pun rumah tinggal yang dapat kita saksikan.

Bukti-bukti arkeologis pun belum mampu memberi keterangan yang dapat
menjelaskan secara akurat bagaimana sesungguhnya ukuran denah dan
bentuk arsitektur bangunan rumah tinggal pada masa tersebut.
Informasi selama ini yang diperoleh hanyalah gambaran yang bersifat
umum dari data sumber tertulis, gambar rumah-rumah pada relief candi,
miniatur rumah dari batu andesit dan terakota, serta hasil penelitian
para ahli yang mencoba melalui pendekatan kesejarahan (historical
approach) yang melakukan studi etnografi di Jawa dan Bali.

Catatan di atas pada sisi lain menunjukkan ada usaha penyadaran
pentingnya pengkajian atas bangunan hunian sebagai satuan terkecil
dari suatu sistem permukiman. Dari situ dapat dijadikan dasar untuk
mengetahui dan memahami perilaku dan gagasan manusia pada masa lalu.

Situs Trowulan

Ada sebuah situs arkeologi yang masih menampakkan dengan jelas adanya
sisa-sisa bangunan rumah tinggal dalam suatu wilayah yang jauh lebih
luas yang berskala kota, yaitu situs Trowulan, di daerah Mojokerto,
Jawa Timur. Situs ini amat penting dan langka, bahkan satu-satunya
situs permukiman yang sering dikaitkan dengan ibu kota Majapahit.

Sebagai situs permukiman yang luas, meliputi 100 kilometer persegi,
dengan konsentrasi temuan padat pada area lebih kurang 5 x 4 km,
Trowulan banyak menyisakan tinggalan arkeologis berupa candi, gapura,
bangunan air, waduk, jaringan kanal-kanal, temuan unsur bangunan,
ribuan peralatan rumah tangga dari tanah liat dan keramik, serta
banyak lagi yang lainnya. Di antara temuan- temuan tersebut terdapat
puluhan situs sisa-sisa bangunan rumah tinggal. Dengan berbagai
tinggalan serupa itu, pantaslah bila sebagian para ahli menyatakan
bahwa situs Trowulan merupakan situs-kota.

Menelusuri jejak arsitektur rumah tinggal di situs Trowulan ternyata
bukanlah suatu pekerjaan mudah. Perjalanan panjang penelitian dan
ekskavasi yang dilakukan berbagai instansi terkait selama hampir 20
puluh tahun sejak tahun 1976 di situs Trowulan, akhirnya membuahkan
hasil. Belasan temuan sisa bangunan berhasil ditampakkan, dan
beberapa bentang lantai bangunan juga diperoleh, disamping ribuan
artefak dan fragmen yang berkaitan dengan bangunan.

Penemuan denah bangunan hasil ekskavasi. Pada ekskavasi dan
rekonstruksi terhadap temuan sisa bangunan di situs Segaran II, yang
terletak di selatan Museum Trowulan, desa Trowulan, tim peneliti
berhasil memperoleh sebuah denah bangunan beratap di sektor pusat dan
sebuah denah batur tidak beratap di sektor barat. Denah bangunan
beratap di sektor pusat berpenampang persegi panjang berukuran 5,20 x
2,15 meter, dengan lantai dari bata yang terletak di atas sebuah
batur, berada 51 cm lebih tinggi dari halaman. Sedangkan denah batur
lainnya yang tidak beratap di bagian baratnya berpenampang persegi
panjang berukuran 2,20 x 1,60 meter, berada 45 cm lebih tinggi dari
halaman.

Halaman situs Segaran II yang berhasil ditampakkan dari ekskavasi
selama tahun 1996 – 7 sebagian besar merupakan halaman perkerasan
seluas 216 m2, terletak sekitar 102 – 93 cm di bawah permukaan tanah
sekarang, atau berada pada ketinggian 38,98 – 39,07 meter di atas
permukaan laut. Data ketinggian daerah Segaran Trowulan adalah 40,00
meter di atas permukaan laut, yang dielevasi sebagai titik ukur 0,00
meter. Di halaman sektor pusat terletak batur bangunan beratap. Di
sebelah utara atau di muka bangunan sektor pusat, disebut juga
halaman sektor utara, merupakan halaman perkerasan yang disusun
dengan pola tertentu dari batu-batu krakal bulat dan dibingkai dengan
bata-bata. Di sebelah barat atau halaman sektor barat terdapat batur
bangunan tidak beratap. Di sebelah timur disebut halaman sektor timur
terdiri atas beberapa struktur bata yang belum berhasil
diiidentifikasi. Halaman perkerasannya juga disusun dari batu-batu
krakal bulat dan bata-bata, dilengkapi sebuah jambangan air dari
terakota yang besar dan masih intact dengan struktur batanya;
disertai sejumlah kendi air dari terakota yang ada hiasannya. Temuan
di halaman sektor timur ini penulis simpulkan sebagai taman air. Di
sebelah selatan bangunan sektor pusat atau halaman sektor selatan
terdapat susunan struktur bata yang panjang, penulis menyebutnya
sebagai tembok selatan, yang merupakan tembok keliling dari suatu
kompleks permukiman.

Kearifan lokal

Kesan sederhana, alami, harmoni dan selaras dengan alam dan
lingkungannya merupakan kekuatan arsitektur lokal. Sumber daya
material bangunan dan peralatan kehidupan manusia pada masa lalu.
memakai bahan-bahan yang mudah diperoleh pada daerahnya. Kemampuan
untuk memanfaatkan keunggulan tanah di Trowulan, membuat situs ini
disebut situs terakota. Sebagian besar semua tinggalan bangunan suci
maupun profan terbuat dari terakota. Kearifan ini hendaknya dapat
menjadi acuan bagi kita untuk mengembangkan keragaman yang khas dalam
hal penggunaan material dalam berarsitektur pada masing-masing
daerah.

Keadaan alam lingkungan pada dataran yang yang cukup rendah dan
landai diarifi dengan membuat sistem jaringan drainase. Jaringan
berupa kanal-kanal besar dengan skala makro untuk kota, hingga parit-
parit kecil yang mengelilingi rumah-rumah tinggal penduduk sebagai
bagian dari skala mikro kota. Diantara rumah-rumah tersebut
dilengkapi pula oleh taman-taman air yang terbuat dari perkerasan
dari bata-bata dan batu-batu kerikil dengan berbagai pola.

Kearifan dalam menyikapi keadaan geografi dan topografi, udara yang
lembab, kekeringan pada musim panas, serta curah hujan yang tinggi
pada musim hujan, berpengaruh pada ketinggian lantai bangunan. Lantai
yang di tinggikan dari permukaan tanah asli, disebut batur. Di
sekeliling tepi batur, tersusun secara vertikal bata-bata yang masing-
masing diantaranya hanya dilekatkan dengan campuran tanah yang
diliatkan, setebal rata-rata1cm. Batur diisi dengan tanah yang
dipadatkan, kemudian di atasnya disusun lantai dari bata. Ini
merupakan bentuk penyelesaian fungsi pondasi dan lantai bangunan
secara sederhana. Demikian pula dengan bagian bangunan lainnya
seperti dinding yang terbuat dari gedeg, pintu, tiang dan konstruksi
atap dari kayu, serta penutup atap dari terakota atau bahan lain dari
tetumbuhan dan pepohonan.

Menuju kepunahan. Disamping usaha pelestarian di situs Trowulan yang
terus menerus dilakukan oleh pihak-pihak terkait, terdapat pula usaha
perusakan terhadap tinggalan sisa-sisa bangunan yang masih berada di
dalam tanah. Masalahnya adalah usaha pelestarian dipastikan kalah
cepat dengan usaha penduduk mencari nafkah dengan membuat bata-bata
baru dari tanah yang di dalamnya terkandung sisa-sisa tinggalan
permukiman. Cepat atau lambat tinggalan masa Majapahit di situs
Trowulan akan tergerus terus, bisa-bisa sampai tak akan tersisa lagi.

3 Comments

  1. October 25, 2011 at 3:54 am

    […] KEARIFAN PERADABAN MASA SILAM […]

  2. arman said,

    March 1, 2012 at 3:00 am

    Bangsa yahudi vs bangsa Indonesia

    Syeikh Ali Muhammad ali jabir pernah dating ke masjid jami Bukit asam ,saya mendengar serius ceramah dari di .Dia mengatakan bahwa”ketika saya masih kecil saya membaca buku IPS di sana di jelaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki 90% umat beragama islam dan merupakan penganut umat islam terbanyak di dunia.Setelah say dewasa saya juga pernah membaca buku tentang bangsa Indonesia ,Disana di jelaskan bahwa penduduk Indonesia yang beragama Islam berjumlah 80% BERBEDA KETIKA SAYA MASIH KECIL DULU YANG JUMLAHNYA 90%.Namun pada akhirnya saya mencari tahu tentang menurunnya jumlah muslim di Indonesia.Kemudian saya mendapatkan jawabanya,saya pun membaca buku tentanag pedoman bangsa Yahudi.Di sana di jelaskan bahwa Salah satu cita-cita bangsa yahudi adalah Menjadikan Bangsa Indonesia sebagai Negara NON muslim.”Mungkin penurunan umat muslim Di Indonesia adalah siasat Yahudi yang mengkafirkan bangsa kita berhasil sebanyak 10%.

    Menurut saya ada beberapa sebab bangsa yahudi mengkafirkan bangsa Indonesi
    1.Indonesia adalah penghasil Umat Islam terbanyak Di dunia(sekarang masih)Nmaun sayangnya Indonesia bukan Negara Islam melainkan Negara mayoritas Islam.Berbeda dengan Arab Saudi yang memang Negara Islam
    2.Adanya ketakutan bangsa Yahudi bahwa Indonesia Bisa menjadi Negara Islam yang paling di takuti
    3.Ajaran Islam sangat mudah menyebar keseluruh Indonesia
    4.Banyaknya Budaya Indonesia yang bias memperkuat persatuan Indonesia dan Dakwah Islam
    5 .Indonesia selalu melahirkan banyak pendakwa ustad,kiai,dan ulama serta kesenian lagu religius Islam yang dapat membuat muslim di Indonesia semakin menyukai Islam.sehingga mereka takut umat non muslim di Indonesia berkurang

    Bukti-bukti nyata bahwa Yahudi ingin menyesatkan Bangsa Indonesia adalah Penyebaran lagu –lagu Rock dalamUnderground yang makna liriknya memuja –muji Setan,penyebaran Ramalan bintang (ZODIAK),Dan tradisi perayaan Valentine yang juga di rayakan kaum remaja Muslimin di Negeri Kita.lalu apa penyebab Umat Islam di larang merayakan Valentine,apa Itu UNDERGROUND,Dan mengpa kita tidak boleh mempercayai ZODIAK.
    Semua kan di bahas dalam buku INDONESIAN VS JEWISH

  3. rina sopiah said,

    April 13, 2012 at 2:50 am

    bangsa indonesia bangsa payah dan belagu kalah sama malaysia buktinya 1 ringgit malaysia aja mencapai Rp.3.000,-hal ini disebabkan orang sunda yang sering memfitnah dan mengadu domba bangsa sendiri !!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: