Pendidikan Pekerti Tentukan dalam Meraih Masa Depan

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0607/25/humaniora/2832531.htm
==============================

Jakarta, Kompas – Pendidikan budi pekerti yang ditanamkan sedari
kecil terbukti amat membantu seseorang meraih masa depannya yang
sukses. Pendidikan bukan sekadar menekankan pada kecerdasan yang
diukur dengan nilai.

Hal ini terungkap dalam sarasehan warga Tionghoa bersama Harian
Kompas di kawasan Glodok dan Pancoran Jakarta, Sabtu (22/7), dan
menghadirkan sejumlah sesepuh setempat di kediaman pengusaha Tian Lie
Tong.

“Saat kami bersekolah di Ba Hua (baca Pa Wa) dan Hua Zhung (baca Wa
Cung), pendidikan agama memang tidak diajarkan. Tetapi, kami menerima
pelajaran budi pekerti atau etika yang berasal dari nilai-nilai
ajaran kebajikan tradisi kuno China,” kata Tian Lie Tong (59) dan Ray
Pratadaya (66), alumni SMA Anglo-Chinese Hua Zhung dan Ba Hua
Jakarta.

Menurut Ray, mutu pendidikan SMA Ba Hua yang didirikan Tiong Hoa Hwee
Koan (THHK) pada sekitar tahun 1900-an di Jakarta, sangat baik. Salah
satu indikatornya, Belanda yang melihat kemajuan dan keberhasilan
model pendidikan sekolah-sekolah yang didirikan THHK kemudian membuat
sekolah kedokteran STOVIA.

Untung Kartika (73), seorang alumni Ba Hua juga mengatakan, lulusan
SMA Ba Hua pada masa itu bahkan diakui dunia internasional seperti
universitas di Inggris yang tidak mensyaratkan tes masuk bagi siswa-
siswa lulusan sekolah THHK.

“Waktu itu, banyak sekali guru kami yang berasal dari luar negeri.
Dari Singapura, dari Amerika, dan dari China. Jadi pendidikan sangat
terbuka ketika itu,” kata Lie Tong, alumni tahun 1960-an,
menambahkan.

Sejumlah alumni Ba Hua dan Hua Zhung di Jakarta itu, ada yang bekerja
di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), menjadi ilmuwan di luar negeri,
termasuk di NASA, dan melahirkan sejumlah pengusaha sukses di
Indonesia.

Pendidikan budi pekerti yang ditanamkan mencakup nilai-nilai
kebajikan untuk senantiasa menghormati orang tua, hidup sederhana,
jujur, disiplin, dan ikhlas.

Diakui Lie Tong, prinsip hidup yang bijak itu telah ditekankan pihak
sekolah Anglo-Chinese masa itu kepada siswa tahun pertama, bahkan
mereka disuruh menghafalkan prinsip hidup tersebut.

“Sebagai murid, dan kemudian sebagai guru, saya mengerti betul bahwa
pendidikan karakter itu amat sangat penting. Tapi kalau pendidikan
karakter jadi, itu bekal murid yang sangat tinggi,” kata Bastaman.

Meski pendidikan budi pekerti itu berasal dari tradisi masyarakat
Tionghoa, namun kepada warga Tionghoa Indonesia pada masa itu telah
ditanamkan rasa nasionalisme dan cinta negara. “Rasa kebangsaan dan
nasionalisme sebagai bangsa Indonesia, turut kami terima di sekolah
tersebut. Tidak ada pengarahan dari guru untuk berkiblat mencintai
negeri China. Yang perlu kami cintai adalah negeri tempat kami
dilahirkan dan dibesarkan,” kata Lie Tong tentang pesan dari para
gurunya ketika itu.

Menurut Untung, selain pendidikan budi pekerti yang diberikan
sekolah, peran orangtua pada keluarga Tionghoa juga ikut mengantarkan
kesuksesan anak-anak Tionghoa dalam meraih masa depannya.

Kendati orang tua keluarga Tionghoa, tidak paham bahasa Inggris yang
menjadi bahasa pengantar di kedua sekolah itu, mereka dengan tekun
mengawasi jam dan cara belajar anak-anak mereka. “Prinsip hidup yang
kami terima dari pendidikan budi pekerti itu juga diterapkan orangtua
kami. Kami senantiasa diajarkan untuk hidup prihatin, rendah hati,
kerja keras, menghargai uang,” kata Lie Tong.

SMA Ba Hua ditutup pada 1958 saat gaung nasionalisasi digulirkan
pemerintahan Soekarno. Sementara SMA Hua Zhung ditutup pada
1966. “Satu usaha pelajaran bisa maju, lantaran ketekunan dan
kerajinan. Seumur hidup, kalau kamu berbuat baik tidak cukup, tetapi
sekali kau berbuat jahat, sekali itu hidupmu habis,” kata Lie Tong
mengutip puisi yang diajarkan gurunya.(KOM/INE/ONG)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: